Friday, April 03, 2009

Hanya sebuah kemungkinan yang belum valid atau bahkan tidak


apakah hal itu memang pernah ada?
ataukah hanya terasa seperti pernah ada?
mungkin memang pernah ada.
mungkin juga hanya terasa seperti pernah ada.
semua hanya kemungkinan.

kemungkinan yang datang dan pergi seperti angin.
tidak bisa ditangkap, dan tidak pula meninggalkan jejak.
mungkin meninggalkan jejak, bila semua variabel di dalamnya dapat dikatakan sebagai jejak.
lagi-lagi..... itu semua hanya kemungkinan.

kemungkinan datang menggoyahkan kepastian.
kemungkinan membuat kepastian gerah, membuat kepastian merasa dipermainkan.
walaupun begitu kepastian tetap sabar dan memilih diam.

ia diam.

namun, kau tahu?

kemungkinan tetaplah hanya sebuah kemungkinan.
tanpa ada argumen yang valid, berjuta-juta kemungkinan bahkan tidak akan lebih baik daripada sebuah kepastian.

relakanlah kemungkinan itu terpupus oleh keadaan bila memang sang argumen saja enggan menyelamatkannya.
lalu ditemani waktu, berharap suatu kepastian akan terungkap setelahnya.

amin.

Krisis percaya diri

sepertinya akhir-akhir ini sebagian dari kita (termasuk gw beberapa hari yang lalu) banyak yang sedang dilanda 'krisis percaya diri'. orang yang sedang dilanda 'krisis percaya diri' seringkali mengucapkan kata, "apa sih kehebatan gw??" dan juga seringkali membanding-bandingkan kemampuan dirinya sendiri dengan kemampuan orang lain. tak banyak juga beberapa teman kita mengeluh karena rasa ketidakpuasan mereka terhadap fisik yang mereka miliki sekarang.

awalnya, mari kita bahas terlebih dahulu mengenai 'krisis percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri', yang dimana kemampuan di sini selalu saja dikaitkan dengan kata 'hebat'. hebat? apa itu hebat? hebat menurut pandangan gw itu adalah kondisi dimana yang pada awalnya kita tidak mampu menyelesaikan atau melakukan sesuatu, lalu dengan usaha, ketekunan, pantang menyerah, dan kepercayaan terhadap diri sendiri sehingga akhirnya kita mampu menyelesaikan masalah tersebut. apa yang gw katakan tadi itu adalah definisi hebat dalam pandangan subyektif, dalam artian hanya dalam lingkup untuk diri kita sendiri, penghargaan yang kita terima dari diri kita sendiri saat kita berhasil membuat suatu perubahan, yaitu mampu menyelesaikan sesuatu yang pada awalnya kita tidak mampu menyelesaikannya.

namun semakin lama kita hidup, tentunya akan ada semakin banyak orang yang kita temui dalam kehidupan kita, dan di sini konteks 'hebat' berkembang lebih jauh lagi ke arah pandangan obyektif. saat memasuki pandangan obyektif, secara tidak sadar kita akan mulai mengacuhkan atau meninggalkan pandangan subyektif kita tentang kata 'hebat'. dalam pandangan obyektif, kita akan mulai memberikan standarisasi kata 'hebat' atau 'orang yang hebat' menjadi seseorang yang melakukan sesuatu 'berbeda' atau memiliki sesuatu 'lebih' dari standar mayoritas orang yang ada d lingkungan kita.

yang akan gw tekankan disini adalah, kenapa kita harus mempermasalahkan 'orang-orang hebat' dalam pandangan obyektif kita, dalam artian, kenapa kita harus membanding-bandingkan diri kita dengan mereka?! sedangkan Allah menciptakan kita sebagai manusia yang memiliki akal dan kesadaran yang membedakan kita dari makhluk lainnya. dalam hal ini saja sudah dapat kita katakan bahwa manusia sejak lahir telah memiliki satu kehebatan mutlak bila dibandingkan dengan makhluk ciptaan Allah lainnya. belum lagi itu semua tentunya masih akan berkembang karena manusia itu hidup untuk berkembang. bukan begitu?

balik ke masalah pandangan obyektif. pandangan obyektif itu sendiri menurut gw lahir untuk menghargai orang-orang yang yang sudah berani percaya dan mengeksplore diri mereka, penghargaan bagi mereka yang sudah berhasil menemukan bagian 'hebat' dalam diri mereka lalu berusaha menekuni bagian tersebut dengan sepenuh hati, bukan untuk membuat orang-orang tersebut menjadi tolak ukur kehebatan bagi kaum mayoritas. seperti contoh, seandainya ada seorang mahasiswa 'hebat' dengan berbagai kemampuan yang ia miliki; ia berbakat di bidang olahraga, musik, akademik, mahasiswa aktif, pintar berbahasa asing, dan suka menulis.

mari kita pisahkan satu-satu, pertama kehebatan dia di bidang olah raga. ia sangat menyukai bidang olah raga X misalnya, karena ia sangat menyukai olah raga X maka ia akan menekuni bidang olah raga tersebut dengan sepenuh hati sehingga ia akan tampil maksimal dalam cabang olah raga tersebut. begitupun dalam bidang musik. karena ia juga menyukai musik, maka ia akan menekuni hal tersebut dengan sepenuh hati, misalnya ia suka bermain biola dan tak banyak orang yang bisa bermain biola. dari dua contoh yang sudah kita bahas, dapat kita lihat bahwa ia mendapatkan predikat 'hebat' bukan karena semata-mata ingin di lihat oleh orang lain, melainkan karena ia menekuni kedua hal tersebut dengan ketertarikan sepenuh hati, perasaan senang, dan tanpa paksaan -- karena ia menyukai hal itu. atau contoh lain suka menggambar. karena ia suka menggambar maka ia akan terus mengembangkan kemampuannya dalam bidang menggambar. hal itu tentu akan memberikan kepuasan batin tersendiri dimana saat ia mampu manggambar hal-hal yang sesuai dengan apa yang ia bayangkan. untuk mendapatkan hasil yang sesuai tentunya ia harus melatih kemampuannya sehingga ia akan terus berkembang. "kita akan terlihat hebat saat kita melakukan sesuatu yang kita suka dan menekuninya dengan senang hati" dengan kata lain, bila ingin hebat dalam suatu bidang, pertama-tama carilah bidang yang dapat membuat kalian tertarik dan menekuninya dengan senang hati tanpa paksaan karena ingin di cap 'hebat' oleh orang lain. saat kalian berhasil menemukannya, lalu menekuninya dengan penuh rasa 'excited', maka kalian akan terus berkembang dalam hal itu sehingga lama-kelamaan kalian akan menjadi 'hebat' dalam bidang tersebut.

bagian yang ketiga, akademik. keberhasilan akademik seseorang tidak mungkin di dapat begitu saja tanpa proses usaha pembelajaran bukan?? saat kita ingin mendapatkan hasil akademis yang maksimal, maka usaha dalam proses pembelajaran kita pun harus juga maksimal, dan lagi-lagi harus dilandasi dengan sepenuh hati dan tidak ogah-ogahan.

yang ke empat adalah ia adalah seorang mahasiswa yang aktif. ia menjadi mahasiswa yang aktif karena ia merupakan tipe orang yang kritis. seperti yang kita tahu setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, ada yang berani berbicara dan mengungkapkan pendapat, ada juga yang tidak. menjadi mahasiswa yang aktif hendaknya jangan di jadikan suatu pandangan kita harus menjadi mahasiswa yang aktif dahulu baru bisa dikatakan hebat. gw yakin setiap orang memiliki ide-ide hebat dalam pemikirannya, hanya yang membedakan adalah apakah mereka ingin mengeluarkan ide-ide tersebut atau tidak.

bagian yang kelima adalah pintar berbahasa asing. untuk bagian ini gw sangat tidak setuju bila ada orang yang memasukkan 'bahasa' ke dalam jenis sasuatu yang yang dapat di peringkatkan. gw sangat tidak setuju bila ada seseorang mengatakan bahwa bahasa x lebih baik dari bahasa y atau sebaliknya. setiap negara di dunia pasti memliki bahasa nasional, bahasa yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antar sesama bangsanya. bahasa menurut gw diciptakan untuk memberikan suatu menyebutan atau nama bagi kegiatan-kegiatan, benda-benda dan segala hal yang ada dalam kehidupan kita. bahasa mempermudah kita dalam menyusun perihal-perihal yang ada di dalam alam pikiran kita sehingga dapat diberitahukan kepada orang lain. seperti halnya hubungan norma dengan hukum. bila hukum memperjelas norma sehingga norma tidak 'mengawang-ngawang', maka bahasa memperjelas perihal-perihal yang ada dalam benak dan pemikiran kita sehingga tidak 'mengawang-ngawang'. apapun yang kita katakan dalam bahasa, menggunakan bahasa dari negara manapun, menurut gw akan berarti sama bila yang kita maksud adalah sesuatu hal yang sama, misalnya, kursi dalam bahasa indonesia dan chair dalam bahasa inggris sama-sama menunjukkan arti 'alas duduk'. kita tidak boleh mengatakan bahwa 'chair' lebih baik daripada 'kursi' karena memang pada dasarnya bahasa tidak dapat di peringkatkan. jadi jangan berkecil hati bila kita hanya fasih dalam satu atau dua bahasa saja.

bagian yang terkhir adalah ia suka menulis. menurut gw, setiap orang pasti bisa menulis. menulis untuk mencurahkan apa yang ada dalam pikiran kita, menyampaikan ide-ide kita, atau sekedar menulis kejadian yang kita alami seperti menulis buku harian.
"we have our own style in writting"
apapun yang kita hasilkan dalam tulisan kita, kita harus menganggap itu hebat, apapun itu. kita hebat karena kita telah berani menuangkan apa yang ada dalam benak kita saat itu. dalam pengekspresian, tulisan setiap orang tentunya berbeda-beda, ada yang mengekspresikan lewat puisi, cerpen, pemikiran-pemikiran, lirik lagu, dan masih banyak lainnya.


untuk masalah fisik. ayo banyak bersyukur setidaknya kita dilahirkan ke dunia dengan kondisi tubuh yang sempurna tanpa cacat apapun. coba tengok orang-orang yang fisiknya tidak sesempurna kita. banyak bersyukur ya. menurut gw menarik atau tidaknya seseorang tidak dilihat total dalam fisik, cara pembawaan sikap kita sehari-hari juga pasti berpengaruh banget. misalnya ada contoh; menurut gw lebih menarik cewek supel dan sopan tapi fisiknya tidak terlalu cantik daripada cewek cantik tapi sifatnya tidak baik atau kurang ramah. lagipula standar cantik atau ganteng dari pandangan tiap orang pastinya berbeda-beda donk, relatif lah yaa.

balik lagi ke masalah yang pertama, ada beberapa quote dari gw nih:

"setiap manusia memiliki kemampuan yang secara sadar atau tidak sadar hal itu sudah ada di dalam dirinya sendiri."


jadi, ingat ya teman-teman. konteks 'hebat' itu tergantung dari sejauh mana kalian menghargai usaha dan kemampuan diri kalian masing-masing. tanamkan prinsip pandangan 'subjektif', berusaha mengeksplore potensi kalian, menekuni hal tersebut, dan insya Allah kalian akan mendapat pandangan 'objektif' dari orang lain.

"hargailah diri kalian sebelum kalian mengharapkan penghargaan dari orang lain."


(self-talk) katakan hebat pada diri kalian sendiri atas perubahan sekecil apapun yang sudah kalian usahakan. pokonya jangan lupa beri sanjungan dan kata 'berhasil' saat kalian bisa menyelesaikan sesuatu dengan baik, atau saat kalian dapat mencapai target-target kalian.

oh iya, ada lagi. kata-kata dari salah satu teman gw:

"jangan mengejar kehebatan orang lain karena saat kita berkembang ke arah mereka, mereka pasti juga sudah akan lebih berkembang ke arah lain."
walaupun mencari patokan untuk berkembang itu baik karena mungkin kita bisa jadi lebih termotivasi untuk berkembang, tapi jangan dilihat dari kacamata 'kenapa gw gag pernah bisa sehebat dia??' tapi hendaknya harus dilihat dari kacamata 'alhamdulillah.. dia udah membuat gw berkembang sejauh ini'.


"everyone was born to be great"

Friday, March 27, 2009

Senangnya Hari Ini :D

karena hari ini ternyata ada jadwal uts bultang jam 1 siang, dengan berat hati akhirnya gw berangkat ke depok. setelah perjalanan naik angkot dan metromini selama kurang lebih 1 jam, gw sampe di stasiun tebet skitar jam 12 siang. kebetulan banget kereta ekonomi udah mulai keliatan hidung batangnya dari kejauhan. setelah beli tiket, gw lari masuk ke dalam kereta.

Stasiun Cawang… Kalibata.... Pasar Minggu Baru… Pasar Minggu… Tanjung Barat…. Lenteng Agung…

gw melirik jam tangan gw, “wah… masih jam 12.15, masih bisa ngaso dulu nih di kosan.” pikir gw.

beberapa menit kemudian, gw merasa ada keanehan sama kereta yang gw naikin. udah sepuluh 10 menit kereta gag bergerak, sama sekali gag menunjukkan tanda-tanda keberangkatan. dari nada bicara penumpang-penumpang yang lain yang gw tangkap, tenyata kereta yang gw naikin mogok.

“yak…. Baguusss….”

15 menit berlalu… 20 menit…. 25 menit….. 30 menit….

kereta berjalan pelan, lalu berhenti. hal itu terjadi sampai kira-kira 4 kali. gw lirik jam tangan gw lagi, udah jam 12.45 dan kereta masih mandek.

tanpa sengaja gw nguping obrolan dua orang penumpang di sebelah kiri gw, dari obrolan mereka sepertinya mereka juga mahasiswi yang lagi buru-buru ada kelas. merasa ada teman satu nasib, akhirnya gw nimbrung ke dalam obrolan meraka (sok kenal lah intinya, buahaha). Setelah sedikit berdiskusi dan berkenalan (nama mereka Kak Ipeh nama Kak Sari, mahasiswi BSI), kami bertiga memutuskan untuk turun dan naik angkot (gw bilang jujur ke mereka gw gag tau naik angkot apa ke UI, jadi gw ngikut aja).

baru aja kami melangkahkan kaki keluar dari kereta, tiba-tiba kereta berjalan pelan. beberapa penumpang yang masih berdiri di dalam kereta manyarankan kami untuk bergegas masuk kembali ke dalam kereta. tapi kami tetap memutuskan untuk naik angkot, karena kami pikir pasti akan sama saja hasilnya seperti tadi, kereta akan terhenti lagi.

yang mengesalkan adalah ternyata kenyataan berkata lain, kereta terus berjalan dan semakin cepat karena didorong oleh kereta ekspress dari belakang. Kami hanya bisa diam dan melongo.

“sial banget.. dimainin sama kereta”

tadinya kami berniat untuk naik angkot 04, tapi karena penuh, kami akhirnya naik angkot berwarna merah (lupa nomor berapa) jurusan margonda.

di perjalanan, gw ngeluarin selembar uang 50rb untuk siap-siap ngebayar ongkos, tapi Kak Ipeh dengan kemurahan dan kebaikan hatinya bilang kalau nominal uang gw terlalu gede, dia bilang nanti dia aja yang ngebayarin ongkos gw biar sekalian. (baik banget padahal baru kenal, subhanallah).

mereka berdua lalu turun di depan BSI. kami saling berpamitan dan mengucapkan kata hati-hati, gw pun gag lupa ngucapin banyak terima kasih sama mereka.

**

sampai di kosan, gw langsung nelpon Tenri (janjian di halte stasiun UI supaya bisa bareng-bareng pergi ke Gymnasium). di halte, gw ketemu Vina. Vina yang tadinya males bultang, gw rayu-rayu supaya bultang, akhirnya dia berangkat bultang bareng gw sama Tenri.

di Gymnasium gw ketemu Dina sama Yunda, terus kita latian bareng. gag berapa lama, kita ambil nilai service dengan hasil yang sangat tidak memuaskan. setelah itu kita duduk-duduk sambil cuci mata.
(nb: cowok-cowok di kelas jumat banyak yang bikin mata seger lohh, hahahaa)

mata kuliah bultang selesai. gw, Yunda, sama Dina pergi ke kancil, ngobrol-ngobrol sambil makan sore. Di kancil kami bertiga curhat total sekaligus diskusiin tentang; kenapa ................ di Psiko........... semua??????!!!! (SKIP) hahahaha, panjang banget diskusinya, seruu!

**

cuaca sore ini terlihat sangat tidak bersahabat. gw, Yunda, sama Dina memutuskan untuk mengakhiri diskusi kami lalu pulang. di sepanjang jalan ke arah stasiun gw masih tetap curhat ke Dina tentang kegundahan hidup gw; Din, gw minder Din, karena.............. terus kenapa ya ada orang yang..............????!!!!
(SKIP).

Dina berusaha memotivasi plus ngasih beberapa wejangan ke gw.

Di stasiun, gw pisah sama Dina.

**

saat gw lagi ngantri tiket di loket stasiun, gw ketemu temen SMP gw, Danny sama Marlindo. di sinilah kedodolan temen gw yang bernama marlindo terjadi.

begini ceritanya..

awalnya gw beli tiket kereta ekonomi AC, sedangkan mereka beli tiket Ekonomi. terus gw ngajak mereka ke kosan gw, nemenin gw naro raket ke kosan. di sepanjang jalan gw mikir-mikir, kenapa gw gag naik kereta bareng mereka aja ya? terus.. setelah gw naro raket di kosan, mereka nemenin gw ke loket tiket yang di ujung stasiun dan gw nukerin tiket gw jadi tiket kereta ekonomi.

saat kami celingak-celinguk nyari bangku, ada suara orang menyapa gw dari arah samping kanan. gw noleh, gw liat Kak Ipeh sama Kak Sari tersenyum ke arah gw. (jodoh banget ketemu lagi)

mereka nawarin gw pulang bareng, tapi gw bilang gw udah bareng sama temen-teman gw. terus gw pamit sama mereka, nyusul temen gw yang udah nemu bangku.

#kami bertiga duduk di bangku kosong di dekat loket#


kami ngobrol bernostalgia mengenang masa-masa SMP. di tengah-tengah obrolan, gw inget si tenri minta tolong ditanyain jadwal kereta jurusan gambir. gw berdiri terus lari kecil ke arah loket, setelah mendapat info yang cukup, gw nelpon tenri.

saat gw kembali ke tempat duduk, gw ngeliat ada bapak-bapak setengah baya duduk di tempat gw. setelah gw perhatiin ternyata itu Pak Gagan (salah satu dosen di Psikologi).

gw sungkeman sama Pak Gagan dan sedikit berbasa-basi.

saat itu, tiba-tiba kedua temen gw (Danny sama Marlin) berdiri. Danny mempersilahkan gw duduk di tempatnya, tapi gw menolak secara halus. di saat yang bersamaan, mereka berjalan mundur ke arah belakang. Marlindo memanggil gw setengah berbisik.

"yuu... kita pindah yuk..? ke arah sanaan dikit yukk..." dia menunjuk ke arah selatan.

"hah?? kenapa?? okeh,okehh, tapi gw mau pamitan dulu ya sama kakak-kakak yang tadi nyapa gw."

gw berjalan ke tempat Kak Ipeh sama Kak sari terus pamitan sama mereka, gw juga ngucapin hati-hati plus terima kasih lagi ke mereka.

gw berjalan balik ke arah Marlin sama Danny. "okeh. yuk." gw ngajak mereka pindah.

setelah agag jauh dari tempat kami semula duduk, tiba-tiba mereka berdua ketawa ngakak. gw bingung, kenapa temen-temen gw jadi ngakak gini???

dengan muka yang masih nahan ketawa, Danny nanya ke gw. "itu dosen lo yu?"

gw jawab jujur apa adanya. "iya. kenapa emangnya?"

"buahahahaha" lagi-lagi mereka ketawa ngakak.

"kenapa sih?? kenapa sih???" kali ini gw beneran bingung sambil minta penjelasan.

Marlindo angkat bicara.

"lo tau apa? buaahahahaa.. tadi pas lo ke loket, itu bapak-bapak dateng terus langsung ngedudukin tempat lo. spontan gw bilang gini; pak maav ini tempat teman saya, dia lagi ke loket, sebentar lagi juga balik. maav ya pak.."

marlindo ketawa lagi, sambil ngelanjutin omongannya.

"dosen lo bales omongan gw; oh iya, saya cuma sebentar kok di sini."

"ehhh... pas lo balik, lo langsung manggil dia 'bapak', pake acara sungkeman lagi. bingung lah gw. hahahaha.. dan ternyata dia itu dosen lo. hahahaha.. tengsin banget gw yuu... padahal tadi gw udah ngusir dia dari tempat duduk itu. makanya gw sama Danny langsung berdiri. untung aja dia masih dosen lo. tadinya gw pikir dia bapak lo yuu. sedikit lega gw ternyata dia bukan bapak lo. hahahaha."

gw ngakak.

"lo juga yuu. tadi gw tawarin duduk di tempat gw gag mau. gw kan jadi ikutan tengsin gara-gara si Marlin. hahaha.." Danny ikut nimbrung sambil nahan ketawa.

gw ngakak lagi.

**

gag berapa lama, gw ketemu temen-temen SMP gw yang lain. ada Osmar, Rengga, Yari (kalo yang ini temen SMA). waahhh.... serasa reunian SMP!

saat kami asik bernostalgia, kereta ekonomi dateng. kami masuk dan melanjutkan nostalgia kami di dalam kereta. gw menceritakan kedodolan si marlindo ke Osmar, kita berempat ngakak bareng.

Osmar turun di stasiun Cawang. gw, Marlindo, sama Danny turun di stasiun Tebet.

**


pas sampe di rumah gw masih ngakak inget kejadian tadi.


hahahaa


senangnya hari ini :D

Thursday, March 26, 2009

Aku tetap bangga menjadi seekor kunang-kunang walaupun aku tak setinggi bintang


..............bintang..............
..................bintang yang indah.........
........bintang yang terang.........
................bintang yang ku kagumi.........

engkau memang ditakdirkan untuk bersinar di tengah langit yang gelap.
bersinar menemani rembulan.

mohon izin kuperkenalkan diriku, diriku yang tak bisa dibandingkan denganmu ini, diriku yang mengagumimu.
aku adalah kunang-kunang,
kunang-kunang kecil yang tinggal di pinggir danau.


bintang........
aku selalu memuji Tuhan yang telah menciptakan mu.
menciptakan cahaya secantik engkau.

tapi aku sadar.
sebagai kunang-kunang, aku pun begitu.
aku juga memiliki cahayaku sendiri.

Tuhan menciptakan engkau memiliki cahaya,
ia juga menciptakan aku memiliki cahaya.
walaupun cahayaku tak se-terang engkau, sang bintang yang meyinari semua kehidupan di bawah naungan cahayamu.
ternyata aku masih bisa bersinar untuk para penghuni malam,
untuk para penikmat cahayaku.

aku bersinar untuk jalan hidupku sendiri.


terima kasih Tuhan telah menciptakan aku bercahaya seperti bintang yang aku kagumi.

"aku tetap bangga menjadi seekor kunang-kunang walaupun aku tak setinggi bintang."

Wednesday, March 25, 2009

POOR DOLL

entah sudah berapa lama mata ini tak terpejam,
entah sudah berapa lama pikiran ini malayang,
entah sudah berapa lama hati kecil ini memaki.

aku jenuh, aku bosan, aku muak.
mereka datang meraihku, lalu dengan seenaknya meletakkan ku kembali ke etalase.
aku muak bereda dalam etalase, berada di balik kaca kusam toko ini.

menjadi boneka adalah takdirku, tapi bukan keinginanku.
setidaknya, aku ingin terbungkus cantik menjadi sebuah hadiah terindah untuk sebuah momen yang tak terlupakan.


**

pintu terbuka. seorang pembeli datang.
orang itu adalah pria bertubuh besar tapi wajahnya lembut.
ia mamandangi tiap sudut toko dan mengamati kami satu-persatu.

tangannya terjulur ke arahku.
iya meraihku, menggenggamku, lalu berjalan ke arah kasir.
saat langkah yang ketiga, ia terhenti, terlihat keraguan dalam rautan wajahnya.
ia kembali ke etalase tempatku semula, lalu meletakkan aku kembali terduduk disana dalam kekecewaan.
sejenak ia terlihat seperti berpikir.
ia mengambil sebuah boneka lain dengan tangan kanannya, dan ia kembali maraihku dengan tangan kirinya.
ia menempelkan tubuh kami dan mancoba membandingkannya.
boneka itu cantik, lebih menawan bila dibandingkan denganku.
lagi-lagi ia meletakkan aku kembali ke etalase ku.
lalu ia berjalan menuju kasir dan menjatuhkan pilihan atas boneka itu, bukan aku.

***

tak berapa lama, datang seorang gadis kecil bersama dengan ibunya.
sudah beberapa kali aku melihatnya datang ke sini.
mata gadis itu selalu tertuju ke arahku.
saat ibunya lengah, ia selalu datang menghampiriku dan meraihku seakan-akan ia sangat ingin memilikiku.
di tangan gadis itu tergantung sebuah boneka barbie yang cantik.
gadis kecil itu terlihat tidak peduli dengan boneka barbienya, ia sibuk bermain bersamaku.
aku senang, apa hari ini gadis kecil itu akan membeliku? apa sudah berhasil membujuk ibunya untuk membeli boneka baru?
kembali kulirik boneka barbie yang ia bawa.
rasanya hampir tidak mungkin, boneka itu masi terlalu indah untuk di acuhkan.

sang ibu meamanggil si gadis kecil,
dengan raut mamohon, si gadis kecil menghampiri ibunya sambil terus menunjukkan tangannya ke arahku.
sang ibu menggeleng.
gadis kecil itu kembali meletakkanku di etalase seperti sebelumnya.

***

pengunjung yang ke tiga...
pengunjung yang ke empat...
pengunjung yang ke lima...
pwngunjung yang ke enam...
pengunjung yang ke tujuh...

dan seterusnya...

***
apakah aku tidak layak untuk di beli? apakah aku hanya pantas dijadikan sebagai boneka yang dikagumi tanpa harus dibeli? apakah semua pengunjung selalu akan menimbang-nimbang untuk membeliku? apakah akan ada balasan yang sesuai dengan kesetiaanku dalam semua kemuakan ini?

**


"..................entah sudah berapa lama mata ini tak terpejam,
entah sudah berapa lama pikiran ini malayang,
entah sudah berapa lama hati kecil ini memaki.

aku jenuh, aku bosan, aku muak.
mereka datang meraihku, lalu dengan seenaknya meletakkan ku kembali ke etalase.
aku muak bereda dalam etalase, berada di balik kaca kusam toko ini.

menjadi boneka adalah takdirku, tapi bukan keinginanku.
setidaknya, aku ingin terbungkus cantik menjadi sebuah hadiah terindah untuk sebuah momen yang tak terlupakan............"

Aku dan Si Putri Malu

"pagi yang indah!" seruku saat membuka mata dan membiarkan angin sepoi menerpa tiap helai daun-daunku.



"ting.... ting...."
denting lonceng yang sangat familier itu membuat tubuhku gugup.

ia datang.... ia tersenyum.....
kutahan tiap helai daunku agar rasa gugup ini tak terlihat olehnya.

"ting.... ting...."
lagi-lagi terdengar suara lonceng berdenting.

sekarang, ia sudah duduk tepat di sampingku. hening...

sesekali jemarinya memainkan beberapa helai daunku.
daunku menutup sebagai respon, lalu kubiarkan terbuka agar ia dapat memainkannya kembali.

ia tertawa.... aku suka saat melihatnya tertawa, denting lonceng terdengar sangat indah saat ia tertawa.

lagi-lagi ia memainkan daun-daunku.

tertutup.... terbuka.... tertutup... terbuka....
kubiarkan hal itu terjadi berkali-kali.
ia tertawa.... senyuman merekah pada kelopak bungaku.

tak berapa lama, ia membungkuk dan siap-siap untuk berdiri.
ia akan pergi, kecewa rasanya waktu cepat berlalu.

di tepuk-tepuk jeansnya agar beberapa helai rumput terjatuh.

untuk terakhir kalinya, ia menyentuh daun-daunku lagi.
tertawa.... tersenyum.... lalu pergi.


denting lonceng terdengar semakin lirih saat ia pergi.

**


sepi melanda beberapa saat.

sesosok tubuh tinggi besar berbahu kuat melewatiku.
ia berhenti.... menoleh ke arahku.... memandangiku beberapa saat.... tersenyum.... lalu pergi.
senyuman lembut malu-malu terlukis pada wajahnya yang bergaris keras.

sosoknya membuat atmosfer udara di sekelilingku terasa aneh.
entah sedih, bahagia, bingung, atau apapun itu, tak dapat kupahami.
beragam pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku.

aku kembali gugup.

**

hari semakin petang.
seseorang yang kunanti belum juga menampakkan diri.
detik-demi-detik menemani dalam kesabaranku.



harum bunga mawar menyerbak tertangkap oleh panca indraku. ak terlonjak gembira. "ia datang!"

ia tersenyum... ia menghampiriku....
sangat bahagia melihatnya di sini.

tanpa sadar pikiranku menerawang ke masa lalu.
saat dimana ia datang ke padang rumput ini tapi bukan untukku.
saat dimana ia selalu menghabiskan waktunya dengan si bunga matahari.
saat-saat dimana ia melihatku namun tak sedikitpun menghampiriku seakan-akan tubuhnya terhipnotis oleh aura mengagumkan si bunga matahari.

saat itu rasanya tiap-tiap bagian daunku rontok perlahan dan perih menjalar di setiap bagian yang mereka tanggalkan.

kurasakan sebuah sentuhan, daunku tertutup spontan merespon sentuhan itu.
ia menyentuhku, memainkan daun-daunku, menyadarkan aku bahwa itu semua hanya masa lalu.

kulirik bunga matahari, ia tetap berdiri kokoh dan mengagumkan.
kutepis ingatan perih dari pikiranku dan tersenyum.
diam-diam aku juga mengaguminya.

**

aku tak pernah menyesali hidupku,
aku sekarang bahagia dan berharap akan terus bahagia.

aku percaya,
setiap bunga memiliki takdir dan jalan hidup masing-masing,
takdir dengan akhir kisah yang membahagiakan.